Arsip untuk pembelajaran hidup kategori

Tersenyumlah Bersama Pikiran Positif Anda

Posted in pembelajaran hidup on Desember 17, 2007 by selvimonodi

image024.jpg

Kita tahu hidup itu tidak selamanya bisa mengikuti kata hati kita. Ketika hidup itu diliputi rasa bahagia, pasti kita akan bisa tersenyum untuk hidup kita itu. Tapi ketika masalah – masalah hidup muncul ke hadapan kita, masih bisakah kita untuk tersenyum? 

Saya rasa sebagian besar dari anda akan berkata “tidak bisa!”. Mungkin pada awalnya saya pun akan mengatakan hal yang sama “tidak bisa!”. Tapi ketika anda merubah pola pikir anda bagaimana anda bisa untuk selalu tersenyum dengan segala permasalahan yang ada, bagaimana anda bisa menyelesaikan suatu masalah itu dengan baik, segeralah anda mencoba untuk tersenyum dan menanggapi dengan positif.

  Setiap anda pahami masalah itu, anda coba untuk tersenyum. Anda mencoba berusaha untuk selalu menyikapi dengan pikiran positif anda. Tidak gampang memang!  Tapi ketika hal itu bisa dilakukan (positive thinking), semua bisa berubah seketika. Tadinya rasa marah dan kesal yang sangat dominan, akan berubah menjadi tenang dan anda akan kembali berfikir semua masalah itu ada jalan keluarnya. Anda akan kembali bisa tersenyum sehingga beban beban itu terasa lebih ringan dari pada yang dibayangkan. 

Jadi menurut saya, dua kata “Senyum dan Selalu Berpikiran Positif” itu adalah salah satu kunci menurunkan tingkat stress dalam menjalani hidup  dan saya rasa anda akan bisa lebih menghemat kerutan di wajah anda bukan? 

Jadi .. tersenyumlah bersama pikiran positif anda…. J     

adakah rasa “jenuh” dalam pernikahan-mu?

Posted in pembelajaran hidup on September 20, 2007 by selvimonodi

vii1.jpg

Apa yang terlintas di benak anda ketika membaca sepenggal kalimat diatas? Pasti anda akan kembali me-rewind dari masa anda mengawali pernikahan anda selama ini. Bisakah anda jujur dengan hati anda akan jawaban yang sebenarnya ketika pertanyaan itu muncul….? 

Saya pernah beberapa kali menanyakan hal diatas kepada teman-teman saya juga atasan saya yang sudah saya kenal dekat. Mereka sudah menjalani pernikahan selama 10 tahun keatas.. dengan umur mereka yang cukup dewasa dan pernikahan yang sudah termasuk awet, muncul pertanyaan saya kepada mereka..selama menjalani pernikahan ini pernahkan ada masa “rasa jenuh” terhadap pasangan mereka.. Jawaban yang saya dapat lebih dari 50% mereka pernah mengalami masa “rasa jenuh”..banyak hal penyebabnya salah satu nya ekonomi, bosan ketemu tiap hari dan sampai seks yang itu-itu saja..

dari jawaban ini saya kembali bertanya apa yang mereka lakukan ketika bosan terhadap pasangan mereka? Ternyata ada juga yang mencari seks di luar mungkin istilah kerennya perselingkuhan membuat hidup lebih berwarna.. Tapi adilkah bagi pasangan mereka masing-masing ketika pasangannya mencari kesenangan untuk menghilangkan rasa jenuhnya? Tentu tidak! Saya pun tidak bisa membayangkan bagaimana kalau suami istri ini sama-sama jenuh satu sama lainnya..apakah mereka akan bisa berterus terang untuk bisa menghilangkan jenuhnya dengan pasangan baru mereka walaupun itu hanya selingkuhan mereka?  

Jawaban jujurnya tentu ada dalam pikiran anda masing-masing..

seandainya anda mau jujur….?