Belajar Menghargai Hidup Lewat ‘anak’
![]()
Hidup di jaman seperti sekarang yang menjanjikan banyak kesenangan untuk bisa lebih menikmati hidup sendiri membuat banyak orang berfikir untuk apa menikah muda atau menikah terlalu cepat. Karena banyak orang juga yang menganggap dengan adanya pernikahan semua kebebasan sebelum menikah itu akan mulai tertutupi. Mungkin itu ada benarnya juga, tapi kalau menurut saya sebagai perempuan menikah muda itu ada juga baiknya..disini saya akan bercerita bagaimana saya menilai arti kehidupan setelah saya tidak sendiri lagi apalagi sekarang saya hidup sudah di karuniai dua orang anak walaupun hanya satu yang diputuskan oleh-Nya sampai saat ini untuk saya rawat dan besarkan agar kelak bisa menjadi anak yang bisa menjadi “seseorang” dalam arti kata positif.
Menurut saya hidup setelah menikah itu sangat mengasyikkan. Saya tidak menyesal dengan keputusan yang saya ambil untuk menikah diusia bisa dibilang masih terlalu muda untuk hidup di kota metropolitan ini. Karena ada kenikmatan tersendiri apalagi setelah adanya anak dalam hidup berumah tangga. Rasanya keindahan hidup semakin nyata dan berwarna. Mengapa di awal tulisan ini saya menuliskan ”Menghargai hidup lewat anak?”… karena dengan adanya anak ini lah saya betul-betul menghargai waktu yang ada untuk bisa di gunakan dengan sebaik-baiknya. saya lebih bisa mengatur dan mengendalikan emosi dan keinginan saya akan hal-hal yang berbau positif dan mungkin juga negatif. Saya merasa lebih bisa untuk menghargai apapun yang berhubungan dengan kebaikan dan perkembangan jiwa anak. Hidup dalam lingkungan seperti sekarang apalagi kata orang “ini jakarta men”, berteman dengan berbagai macam sifat orang, tidak menutup kemungkinan untuk melakukan hal-hal yang berbau negatif itu sangat berpeluang besar sekali. Tapi seperti yang saya bilang tadi ternyata hanya dengan satu kata “anak” itu bisa merubah segalanya.
Saya ingin menjadi ibu yang baik buat anak saya. Bisa menjadi panutan dan penuntun bagi anak saya untuk melangkah kedepan. Saya ingin menjadi ibu yang bisa mengarahkan anak saya kelak bisa menjadi ”seseorang” yang berprestasi untuk sekarang dan kelak dia besar.
“Semua langkah buruk saya terhenti karena anak dan semua langkah baik saya menjadi mantap ke depan juga karena anak”.
Itulah makanya kenapa saya menulis ini karena memang hidup saya lebih merasa saya hargai karena hadirnya anak dalam proses kehidupan saya ini.
Desember 18, 2007 pada 9:35 am
sebenarnya tulisan pertama aku ini sudah banyak banget di komentari oleh temen2..
tapi terpaksa aku delete semua karena sesuatu hal
terima kasih bagi yang sudah pernah memberi comment untuk tulisan aku ini… dan maaf banget karena akhirnya comment temen2 tidak ada disini..
tapi akan selalu aku ingat…
“selvi monodi”
Januari 4, 2008 pada 7:27 am
kalau boleh sedikit komentar nih… karena yang lain udah ke (di)delete … hehehe…
emang benar… dengan sedikit kata “anak” bisa membuat kita berubah… tapi itu kalau kita mau berpikir di hati kita yang paling dalam dengan segala pikiran yang jernih dan dilandasi dengan kemauan kita untuk berbuat yang mempunyai nilai positif buat diri kita sendiri dan terutama buat keluarga kita…..
karena ada juga orang yang ga peduli dengan anaknya apalagi keluarganya..
Mei 7, 2008 pada 2:01 pm
bener2 hebat ya..pi, pengaruh se orang anak, and harus ngalami dulu baru bisa comrnt ya…he..he.