adakah rasa “jenuh” dalam pernikahan-mu?
![]()
Apa yang terlintas di benak anda ketika membaca sepenggal kalimat diatas? Pasti anda akan kembali me-rewind dari masa anda mengawali pernikahan anda selama ini. Bisakah anda jujur dengan hati anda akan jawaban yang sebenarnya ketika pertanyaan itu muncul….?
Saya pernah beberapa kali menanyakan hal diatas kepada teman-teman saya juga atasan saya yang sudah saya kenal dekat. Mereka sudah menjalani pernikahan selama 10 tahun keatas.. dengan umur mereka yang cukup dewasa dan pernikahan yang sudah termasuk awet, muncul pertanyaan saya kepada mereka..selama menjalani pernikahan ini pernahkan ada masa “rasa jenuh” terhadap pasangan mereka.. Jawaban yang saya dapat lebih dari 50% mereka pernah mengalami masa “rasa jenuh”..banyak hal penyebabnya salah satu nya ekonomi, bosan ketemu tiap hari dan sampai seks yang itu-itu saja..
dari jawaban ini saya kembali bertanya apa yang mereka lakukan ketika bosan terhadap pasangan mereka? Ternyata ada juga yang mencari seks di luar mungkin istilah kerennya perselingkuhan membuat hidup lebih berwarna.. Tapi adilkah bagi pasangan mereka masing-masing ketika pasangannya mencari kesenangan untuk menghilangkan rasa jenuhnya? Tentu tidak! Saya pun tidak bisa membayangkan bagaimana kalau suami istri ini sama-sama jenuh satu sama lainnya..apakah mereka akan bisa berterus terang untuk bisa menghilangkan jenuhnya dengan pasangan baru mereka walaupun itu hanya selingkuhan mereka?
Jawaban jujurnya tentu ada dalam pikiran anda masing-masing..
seandainya anda mau jujur….?
September 20, 2007 pada 4:36 am
….
aku ingin jujur, dan biarlah jawabannya ada dalam pikiran ku saja
September 20, 2007 pada 4:36 am
sekali lagi deh….
….
aku ingin jujur, dan biarlah jawabannya ada dalam pikiran ku saja
September 20, 2007 pada 5:00 am
Hmmmm….
Ya itulah perkawinan…
baru tau ya?
Apakah kita harus menikah dulu untuk mengetahui semua itu?
ataukah sebelum memasuki pernikahan kita sudah siap dengan hal-hal yg
akan terjadi?
September 20, 2007 pada 5:26 am
Perselingkuhan tidak akan pernah mengobati kejenuhan.Biasanya sih malah tambah jenuh.terus gimana dong?
Cari dong jawabnya..informasikan banyak diinternet.
Yang harus pertama dirubah adalah cara berpikirnya.cara kita memandang masalah.
selamat belajar
September 20, 2007 pada 7:48 am
lai taragak bakomentar tapi nda tega sinyak mangomentari eh deh
hehehe
September 21, 2007 pada 3:31 am
ohhhhh… Hidupppp [-o tul ga yah ?
September 21, 2007 pada 3:41 am
Rasa jenuh ? taunya Rasa buah daku
) Yah kita sebagai manusia yg mempunyai akal pikiran pasti ada kejenuhan dalam hidup dalam bentuk APAPUN, bagai mana mengatasinya, DEKATKAN DIRI ANDA PADA TUHAN
insyaallah anda ga sampai gantung diri deh karena bosan ama pasangan
)=))
November 5, 2007 pada 5:58 am
kalo mo jujur ya…ehhh btw Jujur kacang ijo apa jujur ayam nehhh… hahahaha… kalau jenuh menghadang… cari suasana baru… kejenuhan datang karena rutinitas… break the wall and you find another way of living…
November 9, 2007 pada 10:19 am
‘jenuh’…kata yg sederhana tapi tidak sesederhana arti di dalamnya. jika jenuh mulai datang dlm pernikahan, itu sebagai tanda, ada sesuatu yg harus dibereskan…ntah apa…ungkapkanlah itu pada pasangan kita. never keep it!
November 14, 2007 pada 6:13 am
Aku mo kopdar ajza deh.. ama qmu biar gak “jenuh”.
November 16, 2007 pada 6:38 am
Ngga usah dipusingin deh tentang kejenuhan, yang penting gimana kita bisa menciptakan suasana yang tidak membosankan bagi anak dan suami kita. Selingkuh ? Never ! Beres kan ….
Desember 13, 2007 pada 3:22 am
He…. Jujur aja ya, kok aku sering ngerasa gitu ya…?
Rasa jenuh, atau selalu ingin yang lebih ? saya rasa keduanya ndak bisa kita pisahkan. Tapi untung ada yang namanya anak, jadi setiap rasa itu muncul dan mungkin telah membuatku pernah mengkhianatinya (isteri), rasa bersalah dan berdosa maih selalu muncul. Semoga dengan akan hadirnya anakku kedua rasa bosan atau ingin memliki yang lebih akan hilang (baik perlahan-lahan, atau secepatnya).
Maret 27, 2008 pada 11:17 am
kejujuran itu semu… batas antara jujur dan tidak jujur itu dikiiiit sekali, jadi sangat sulit tuk menjawabnya…, yang pernah hidup di dunia ini ( jujur) hanya nabi aja…( bisa aja dalam komunikasi antara suami istri bilang jujur) tapi hati kecil gak begitu….
so… jujur ato tidak jujur podo wae….
salam
Mei 7, 2008 pada 1:47 pm
Sejujurnya Belum tuh….
Juni 21, 2008 pada 6:51 pm
Jujur… mungkin saya sudah jujur, tapi bagaimana dengan kamu?
Juli 5, 2009 pada 2:43 am
aq..juga pernah mengalami demikian. krn dr istri sendiri yg duluan . sering tlp diam – diam . kuketahui pas lagi liat memori tlpx…kuintrograsi eeehh. malah parah .giiimanaa… kurang jujur apa suami klo diperlakukan demikian …akhirnya kejadianx bosan….godaan banyak diluar. selebihnya tergantung naluri anda apa yg akan terjadi