Arsip untuk September, 2007

adakah rasa “jenuh” dalam pernikahan-mu?

Posted in pembelajaran hidup on September 20, 2007 by selvimonodi

vii1.jpg

Apa yang terlintas di benak anda ketika membaca sepenggal kalimat diatas? Pasti anda akan kembali me-rewind dari masa anda mengawali pernikahan anda selama ini. Bisakah anda jujur dengan hati anda akan jawaban yang sebenarnya ketika pertanyaan itu muncul….? 

Saya pernah beberapa kali menanyakan hal diatas kepada teman-teman saya juga atasan saya yang sudah saya kenal dekat. Mereka sudah menjalani pernikahan selama 10 tahun keatas.. dengan umur mereka yang cukup dewasa dan pernikahan yang sudah termasuk awet, muncul pertanyaan saya kepada mereka..selama menjalani pernikahan ini pernahkan ada masa “rasa jenuh” terhadap pasangan mereka.. Jawaban yang saya dapat lebih dari 50% mereka pernah mengalami masa “rasa jenuh”..banyak hal penyebabnya salah satu nya ekonomi, bosan ketemu tiap hari dan sampai seks yang itu-itu saja..

dari jawaban ini saya kembali bertanya apa yang mereka lakukan ketika bosan terhadap pasangan mereka? Ternyata ada juga yang mencari seks di luar mungkin istilah kerennya perselingkuhan membuat hidup lebih berwarna.. Tapi adilkah bagi pasangan mereka masing-masing ketika pasangannya mencari kesenangan untuk menghilangkan rasa jenuhnya? Tentu tidak! Saya pun tidak bisa membayangkan bagaimana kalau suami istri ini sama-sama jenuh satu sama lainnya..apakah mereka akan bisa berterus terang untuk bisa menghilangkan jenuhnya dengan pasangan baru mereka walaupun itu hanya selingkuhan mereka?  

Jawaban jujurnya tentu ada dalam pikiran anda masing-masing..

seandainya anda mau jujur….?       

kaila’s gallery…

Posted in coretan warna on September 12, 2007 by selvimonodi

love.jpgnumber.jpggnight.jpgluv2.jpgfruits.jpgmy-sweet-home.jpgduo-bungo.jpgkampungku.jpgbroken-heart.jpg

selamat atas kemenanganmu bidadari kecilku…

Posted in just sharing on September 12, 2007 by selvimonodi

kei1.jpg

…Perjuangan meraih satu kata “kemenangan” tidak semudah mengucapkan dengan kata-kata. Bagaimana tidak? Aku melihat sendiri dari perjuangan anakku tanpa  beban apa-apa untuk meraih kemenangan yang dia dapat. Dengan usia semuda itu anakku tetap semangat dan bertahan dalam menjalankan proses menuju ke final lomba Anugrah Top Modelling 2007. Aku masih ingat bagaimana seorang kaila ketika memasuki tahap AUDISI ku antar kaila sampe di pintu ruang interview. Aku tidak boleh ikut ke dalam, tapi aku senang sekali kaila berani untuk di interview tanpa ada penolakan sebelum masuk keruang tersebut. Setelah interview aku lihat dari celah celah kecil, kaila menuju lagi ke ruang pemotretan. Dari jauh kulihat kaila berpose dengan lucunya hingga aku hanya bisa berbicara dalam hati betapa beraninya engkau anakku?…. Setelah dua sesi penilaian ini kaila baru dipanggil untuk sesi jalan di catwalk. Disini aku boleh ikut melihat dengan jelas. Kulihat bidadari kecilku melangkah tanpa ragu dan tanpa rasa malu menuju panggung dan berjalan di sana dengan kepolosan yang dia punya. Semua orang bertepuk tangan atas penampilan kaila waktu itu. Aku sebagai orang tuanya juga pasti sangat senang, lagian ibu mana yang tidak senang melihat anaknya bisa melakukan sesuatu yang bagus diluar sana… Akhirnya hasil penilaian itu ada, dan kaila lolos ke babak semi final. Luar biasa, dari sekian banyak yang ikut akhirnya kaila bisa mengikuti semifinal. Aku kembali sibuk untuk persiapan menuju semifinal. Kaila harus latihan koreo selama dua hari. Aku adalah wanita pekerja yang tidak bisa menemani aktivitas kaila selama hari kerja. Untungnya pada saat kaila harus latihan koreo ada tante dan oma nya yang menemani.  SEMIFINAL itu datang…aku coba untuk selalu memberi semangat sama kaila. Menang kalah dalam kompetisi itu biasa. Sekarang adalah babak penentuan untuk bisa maju ke final. Penampilan kaila malam ini benar benar diluar dugaanku. Kaila tampil dengan bagusnya. Aku melihat sendiri orang-orang di sekelilingku berkomentar bagus tentang kaila. Semua pada bertepuk tangan. Aku senang sekali dengan bakat yang dimiliki kaila.  Hari penentuan lolos ke final itu pun tiba. Pagi-pagi aku cari tukang Koran untuk membeli salah satu Koran ibukota. Karena pengumuman pemenang itu ada di Koran tersebut. Akhirnya Koran itu kutemukan juga dan dengan perasaaan deg-degan aku berusaha mencari satu persatu halaman dimanakah beradanya sebaris nama anakku sebagai bukti kaila lolos ke final. Akhirnya aku temukan juga dan Elvaretta Kailarashel Jonea adalah nama urutan pertama. Bisa dibayangkan betapa senangnya aku waktu itu.  Persiapan menuju FINAL itu pun kembali menyibukkan aku. Selain kerja kantoran aku juga harus bisa sebagai ibu yang bisa mengembangkan talenta yang dimiliki anakku. Anakku harus dikarantina sebelum mengikuti acara final. Aku temani anakku sewaktu karantina. Aku lihat sendiri bagaimana perjuangan kaila dimana badannya lagi tidak sehat masih tetap mau dan semangat untuk terus mengikuti kegiatan selama karantina. Selain acara latihan koreo ada juga kegiatan olahraga dan outbond nya. Disini aku sangat salut sama kaila melihat semangatnya yang luar biasa dengan umunya yang masih dibilang sangat muda. Kaila adalah anak yang paling muda waktu di karantina. Karena kaila satu-satunya anak yang masih berumur 4 tahun. Karantina itu selesai. Sekarang saatnya kompetisi final itu mulai dipertontonkan untuk menentukan siapakah pemenangnya. Kaila tampil sebagai pembuka acara. Ada rasa deg-degan ketika kaila harus tampil karena bagaimanapun kaila harus tampil dengan baik apalagi ini ditonton oleh banyak orang. Penampilan kaila sangat bagus bisa dilihat dari perhatian para juri yang tidak lepas dari kaila. Juga para penonton yang ada disekelilingku.  Penentuan pemenang adalah hal yang ditunggu…dan alhamdulillah “elvaretta kailarashel jonea” adalah pemenangnya. Aku melihat betapa dengan kepolosannya dia mengangkat tinggi piala dan tiket ke bali juga tabungan yang kaila dapat sebagai hadiahnya.. kebahagiaan tak terucap dari bidadari kecilku.. Terima kasih anakku..terima kasih bidadari kecilku..Terima kasih atas semangat yang tak putus dari mu..Terima kasih atas kemenangan yang kau bawa pulang untuk orang tuamu…

Selamat atas kemenanganmu sayang…

rindu…

Posted in pelepas hati on September 11, 2007 by selvimonodi

vi-smile.jpg…ketika rindu itu menyentuhmu..kamu tidak akan kuasa untuk memendam dan merasakannya seorang diri…lepaskan kerinduanmu walaupun hanya lewat goresan tanpa suara ini..lepas..lepaaas..hingga kamu merasa lega…seperti raga lepas terbang bebas di atas sana… ketika rindu menyentuhmu.. kau tidak akan bisa melepaskan sentuhan itu…nikmatilah…indahnya rindu…

ketika cinta itu tak bicara…

Posted in pelepas hati on September 5, 2007 by selvimonodi

image840.jpg

mencintai … dicintai

dua kata indah cermin bahagia

dua kata bangkitkan semangat hidup yang telah patah

dua kata hilangkan gundah gulana…

dua kata merubah segalanya menjadi indah…

tapi ketika dua kata itu tidak bicara…

hanya dirasa, akankah dua kata itu bisa lebih bermakna?

cinta itu ternyata tak harus bicara

dengan diam pun cinta itu bisa berkata,

mungkin melebihi kata-kata indah…

ketika cinta itu tak bicara…