![]()
Apa yang terlintas di benak anda ketika membaca sepenggal kalimat diatas? Pasti anda akan kembali me-rewind dari masa anda mengawali pernikahan anda selama ini. Bisakah anda jujur dengan hati anda akan jawaban yang sebenarnya ketika pertanyaan itu muncul….?
Saya pernah beberapa kali menanyakan hal diatas kepada teman-teman saya juga atasan saya yang sudah saya kenal dekat. Mereka sudah menjalani pernikahan selama 10 tahun keatas.. dengan umur mereka yang cukup dewasa dan pernikahan yang sudah termasuk awet, muncul pertanyaan saya kepada mereka..selama menjalani pernikahan ini pernahkan ada masa “rasa jenuh” terhadap pasangan mereka.. Jawaban yang saya dapat lebih dari 50% mereka pernah mengalami masa “rasa jenuh”..banyak hal penyebabnya salah satu nya ekonomi, bosan ketemu tiap hari dan sampai seks yang itu-itu saja..
dari jawaban ini saya kembali bertanya apa yang mereka lakukan ketika bosan terhadap pasangan mereka? Ternyata ada juga yang mencari seks di luar mungkin istilah kerennya perselingkuhan membuat hidup lebih berwarna.. Tapi adilkah bagi pasangan mereka masing-masing ketika pasangannya mencari kesenangan untuk menghilangkan rasa jenuhnya? Tentu tidak! Saya pun tidak bisa membayangkan bagaimana kalau suami istri ini sama-sama jenuh satu sama lainnya..apakah mereka akan bisa berterus terang untuk bisa menghilangkan jenuhnya dengan pasangan baru mereka walaupun itu hanya selingkuhan mereka?
Jawaban jujurnya tentu ada dalam pikiran anda masing-masing..
seandainya anda mau jujur….?

